Minggu, 24 Januari 2021

Pengertian Routing Static dan Dinamis ,beserta langkah-langkah konfigurasi di packet tracer.

 Routing Statis

Routing statis (Static Routing) adalah proses setting router jaringan menggunakan tabel routing yang dilakukan secara manual saat melakukan konfigurasi. Jika ada perubahan, maka administrator jaringan harus melakukan setting ulang pada jaringan.

Routing static merupakan pengaturan yang paling simple dalam jaringan komputer, untuk menggunakannya administrator tinggal mengisi dalam tabel entri forwarding pada setiap router yang terhubung pada jaringan tersebut

Penggunaan routing statis cocok untuk jaringan internet berskala kecil, untuk jaringan yang skalanya besar tidak disarankan menggunakan routing statis. Nah setiap routing pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya, berikut kelebihan dan kekurangan routing statis:


Kelebihan Routing Statis

Meringankan kinerja dari prosesor router karena pemrosesan sudah tersebar pada setiap router.

Menghemat bandwidth karena tidak ada bandwidth yang terbuang saat terjadi pertukaran paket.

Memperoleh informasi dari isi tabel routing pada saat terjadi proses tukar menukar paket.

Routing statis lebih aman

Administrator bebas menentukan jalur jaringan


Kekurangan Routing Statis

Network admin harus mengetahui segala informasi tentang router yang tersambung.

Hanya bisa untuk jaringan berskala kecil

Konfigurasi lebih rumit apalagi kalau banyak komputer yang terhubung

Membutuhkan waktu konfigurasi yang lebih lama

Jika ada jalur yang rusak jaringan akan terhenti


Routing Dinamis

Routing dinamis (Dynamic Routing) adalah router yang memiliki kemampuan untuk membuat tabel routing secara otomatis berdasarkan lalu lintas jaringan dan router yang terhubung. Jika diartikan, dinamis adalah bisa berubah-ubah, jadi IP Addressnya selalu berubah sewaktu-waktu.

Routing dinamis ini kebalikan dari routing statis yang semuanya harus dilakukan secara manual. Protokol routing akan mengatur router secara otomatis sehingga bisa berkomunikasi satu dengan lainnya dengan saling memberikan informasi antar router.

Routing dinamis mempelajari sendiri arah dari rute yang terbaik untuk meneruskan paket dari satu network menuju network lainnya. Administrator tidak bisa menentukan rute mana yang harus dilewati, melainkan semuanya sudah secara otomatis berjalan.

Pengisian dan pemeliharaan pada routing table dilakukan secara otomatis sehingga antar router satu dengan lainnya saling bertukar informasi untuk mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Ada beberapa macam routing dinamis yang perlu Anda ketahui:


RIP (Routing Information Protocol)

IGRP (Internal Gateway Routing Protocol)

OSPF (Open Shortest Path First)

BGP (Border Gateway Protocol)

 

Kelebihan Routing Dinamis

Proses konfigurasi jaringan lebih cepat

Bisa digunakan untuk jaringan berskala besar

Jika ada jalur yang rusak tetap aman

Jalur ditentukan secara otomatis oleh sistem


`Kekurangan Routing Dinamis

Bandwidth yang dibutuhkan lebih besar

Jalur yang bisa menentukan adalah sistem bukan dari administrator

Membutuhkan RAM yang lebih besar untuk menentukan jalur terbaik saat terjadi down.


Langkah – langkah konfigurasi Static Routing di Cisco Packet Tracer :

1. Buka Cisco Packet Tracer


2. Buat topologi-nya terlebih dahulu.


3. Konfigurasi IP pada PC. Caranya klik pada PC->Desktop->IP Configuration


PC 0 :

IP Address -> 192.168.10.1

Subnet Mask -> 255.255.255.0

Gateway -> 192.168.10.2 (IP Router)

PC1 :

IP Address -> 192.168.20.1

Subnet Mask -> 255.255.255.0

Gateway -> 192.168.20.2 (IP Router)

PC2 :

IP Address -> 192.168.30.1

Subnet Mask -> 255.255.255.0

Gateway -> 192.168.30.2 (IP Router)


4. Konfigurasi IP pada Router. Caranya klik pada Router->CLI

=>enable => masuk ke router

#conf t => masuk menu konfigurasi

#interface gig0/0 => konfigurasi interface gigabit ethernet 0/0

#ip address 192.168.10.2 255.255.255.0 => menambahkan ip dan subnet pada interface gig0/0

#interface se0/1/0 => konfigurasi interface serial 0/1/0

#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0 => menambahkan ip dan subnet pada se0/1/0

#no shutdown => mengaktifkan interface yang telah di konfigurasi


Lakukan langkah yang sama pada Router1 dan Router2 dengan IP :

Router1 :

-Interface Gig0/0 -> IP = 192.168.20.2 -> Subnet = 255.255.255.0

-Interface Se0/1/0 -> IP = 10.10.10.2 ->Subnet = 255.255.255.252

-Interface Se0/1/1-> IP = 20.20.20.1 -> Subnet = 255.255.255.252

Router2 :

-Interface Gig0/0 -> IP = 192.168.30.2 -> Subnet = 255.255.255.0

-Interace Se0/1/0 -> IP = 20.20.20.2 -> Subnet = 255.255.255.252


5. Konfigurasi Static Routing pada Router


Untuk setting static routing di cisco packet tracer menggunakan perintah :

#ip route [destination] [subnet] [next hop address]

Keterangan :

-ip route : perintah membuat tabel routing static

-destination : network jaringan yang dituju

-subnet : subnet mask jaringan yang dituju

-next hop address : ip dari router yang akan dilewati

Lakukan hal yang sama pada Router1 dan Router2 dengan ketentuan :

Router 1 :

#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 10.10.10.1

#ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 20.20.20.2

Router2 :

#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 20.20.20.1

#ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 20.20.20.1


6. Lakukan pengecekan, bisa dengan menggunakan ping pada CommandPrompt di PC atau dengan menggunakan surat.


Langkah Langkah konfigurasi routing dinamis  di Cisco paket tracer.

1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer di komputermu, jika belum ada silahkan Download dan Install terlebih dulu.

Routing 1 Setting Awal

2. Keterangan Penggunaan Kabel pada Jaringan Untuk mengkoneksikan peralatan yang berbeda, gunakan kabel Straight-through :


Switch – Router

Hub – Router

Switch – PC

Hub – PC

Untuk mengkoneksikan peralatan yang sama, gunakan kabel Cross-Over :


Router – Router

PC – Router

Switch – Hub

Switch – Switch

3. Ketentuan Konfigurasi Interface antar device yaitu :


Router – Router : Serial (Konektor warna merah yaitu menggunakan Serial DTE)

Router – Switch : FastEthernet (Bisa menggunakan Ethernet tapi lebih direkomendasikan menggunakan FastEthernet karena lebih cepat)

Switch – PC : FastEthernet


Routing 2 Kabel di Pasang

Setelah selesai, hubungkan semua device dengan kabel yang semestinya serta aktifkan konfigurasi interface yang akan kita isi dengan pengaturan nantinya.


Catatan :

Sterling dengan fastethernet0/0 terhubung ke Switch1 menuju PC1 dan PC2.

Hoboken dengan fastethernet0/0 terhubung ke Switch2 menuju PC3 dan PC4.

Waycross dengan fastethernet0/0 terhubung ke Switch3 menuju PC5 dan PC6.

Masing masing router terhubung melalui Sterling–Hoboken= Serial 2/0 dan Hoboken–Waycross= Serial 3/0

4. Setting Fastethernet dan serial dengan cara CLI :


Routing 3 CLI FastEthernet Setting

Router Sterling – Fastethernet 0/0 :


Router#en

Router#configure terminal

Router(config)#int f0/0

Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Router Hoboken – Fastethernet 0/0 :


Router#en

Router#configure terminal

Router(config)#int f0/0

Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Router Waycross – Fastethernet 0/0 :


Router#en

Router#configure terminal

Router(config)#int f0/0

Router(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Setelah melakukan setting Fastethernet pada router kemudian isi konfigurasi pada serial masing masing Router.


Routing 4 CLI Serial Router Setting

Router Sterling – Serial 2/0 :


Router#en

Router#configure terminal 

Router(config)#int s2/0

Router(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.0.0.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Router Hoboken – Serial 2/0 :


Router#en

Router#configure terminal 

Router(config)#int s2/0

Router(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.0.0.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Router Hoboken – Serial 3/0 :


Router#en

Router#configure terminal 

Router(config)#int s3/0

Router(config-if)#ip add 11.11.11.1 255.0.0.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Router Waycross- Serial 3/0 :


Router#en

Router#configure terminal 

Router(config)#int s3/0

Router(config-if)#ip add 11.11.11.2 255.0.0.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Pada saat menghubungkan serial, Router Sterling dengan serial 2/0 dan Hoboken serial 2/0, hal ini harus satu Jaringan tetapi harus berbeda hostnya dengan ketentuan harus membedakan IP kelasnya. Setting konfigurasi seperti di atas merupakan contoh sederhana agar lebih mudah untuk diingat.


Setelah selesai setting koneksi antar Router dan switch, Berikutnya yaitu melakukan pengaturan IP pada PC1, PC2, PC3, PC4, PC5 dan PC6

5. Setting IP pada masing masing perangkat yang akan dihubungkan


Fastethernet untuk Default Gateway pada PC 1 harus diisi dengan konfigurasi IP Fastethernet Router Sterling karena pada PC1, PC2 Terhubung ke Router Sterling melaui switch. Begitu juga dengan PC3, PC4 dengan Hoboken, dan PC5, PC6 dengan Waycross.


Routing 5 Setting IP

PC 1


IP Address : 192.168.1.2

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Getway : 192.168.1.1

PC 2


IP Address : 192.168.1.3

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Getway : 192.168.1.1

PC 3


IP Address : 192.168.2.2

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Getway : 192.168.2.1

PC 4


IP Address : 192.168.2.3

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Getway : 192.168.2.1

PC 5


IP Address : 192.168.3.2

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Getway : 192.168.3.1

PC 6


IP Address : 192.168.3.3

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Getway : 192.168.3.1 

Konfigurasi di atas dapat dilakukan dengan mudah melalui pengaturan yang terdapat pada :

Pilih PC > masuk ke Desktop > IP Configuration

6. Setelah selesai melakukan konfigurasi pada device yang akan terhubung, kini tinggal Setting IP Route (DINAMIC). Pengaturan ini dibutuhkan ketilitian sehingga jaringan dapat berjalan dengan normal.


Selanjutnya yaitu melakukan konfigurasi IP Route (RIP) yang mana pada RIP Versi 1, tidak mengenal dengan yang namanya subnet mask, namun nantinya pada Versi yang ke 2 sudah mengenal dengan Subnet Mask


Setelah memahami penjelasan yang telah disebutkan diatas berikut ini merupakan konfigurasi pengaturan IP Route Statis : Network yang terdapat pada pengaturan konfigurasi RIP nantinya diisi dengan menggunakan IP Serial serta Fastethernet yang terdapat didalam router itu sendiri, yaitu Host Terkecil yang mana diisi dengan 0. Contoh : pada Router Sterling terdapat 2 IP yaitu :


f0/0 : 192.168.1.1 lalu diisi dengan 192.168.1.0

S2/0 : 10.10.10.1 lalu diisi dengan 10.10.10.0


6 CLI Dinamic Configuration Router Setting

Berikut ini merupakan konfigurasi RIP Router Dinamis melalui CLI :


Setting IP Route Sterling :


Router>en

Router#configure terminal 

Router(config)#router rip

Router(config-router)#network 192.168.1.0

Router(config-router)#network 10.10.10.0

Setting IP Route Hoboken :


Router>en

Router#configure terminal 

Router(config)#router rip

Router(config-router)#network 10.10.10.0

Router(config-router)#network 192.168.2.0

Router(config-router)#network 11.11.11.0

Setting IP Route Waycross :


Router>en

Router#configure terminal 

Router(config)#router rip

Router(config-router)#network 192.168.3.0

Router(config-router)#network 11.11.11.0 

Setelah selesai melakukan konfigurasi Dinamic Router berikutnya yaitu melakukan pengtesan dengan cara ping IP Address di PC.


Hasil Cek Ping IP Address via CMD

Selain itu,hasil cek ping IP juga dapat dilihat dengan cara melakukan test koneksi dengan mengirimkan simulasi pesan, yang jika sudah terhubung maka pesan akan terkirim dan terdapat tulisan sucess sebagai indikasinya.