Minggu, 24 Januari 2021

Pengertian Routing Static dan Dinamis ,beserta langkah-langkah konfigurasi di packet tracer.

 Routing Statis

Routing statis (Static Routing) adalah proses setting router jaringan menggunakan tabel routing yang dilakukan secara manual saat melakukan konfigurasi. Jika ada perubahan, maka administrator jaringan harus melakukan setting ulang pada jaringan.

Routing static merupakan pengaturan yang paling simple dalam jaringan komputer, untuk menggunakannya administrator tinggal mengisi dalam tabel entri forwarding pada setiap router yang terhubung pada jaringan tersebut

Penggunaan routing statis cocok untuk jaringan internet berskala kecil, untuk jaringan yang skalanya besar tidak disarankan menggunakan routing statis. Nah setiap routing pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya, berikut kelebihan dan kekurangan routing statis:


Kelebihan Routing Statis

Meringankan kinerja dari prosesor router karena pemrosesan sudah tersebar pada setiap router.

Menghemat bandwidth karena tidak ada bandwidth yang terbuang saat terjadi pertukaran paket.

Memperoleh informasi dari isi tabel routing pada saat terjadi proses tukar menukar paket.

Routing statis lebih aman

Administrator bebas menentukan jalur jaringan


Kekurangan Routing Statis

Network admin harus mengetahui segala informasi tentang router yang tersambung.

Hanya bisa untuk jaringan berskala kecil

Konfigurasi lebih rumit apalagi kalau banyak komputer yang terhubung

Membutuhkan waktu konfigurasi yang lebih lama

Jika ada jalur yang rusak jaringan akan terhenti


Routing Dinamis

Routing dinamis (Dynamic Routing) adalah router yang memiliki kemampuan untuk membuat tabel routing secara otomatis berdasarkan lalu lintas jaringan dan router yang terhubung. Jika diartikan, dinamis adalah bisa berubah-ubah, jadi IP Addressnya selalu berubah sewaktu-waktu.

Routing dinamis ini kebalikan dari routing statis yang semuanya harus dilakukan secara manual. Protokol routing akan mengatur router secara otomatis sehingga bisa berkomunikasi satu dengan lainnya dengan saling memberikan informasi antar router.

Routing dinamis mempelajari sendiri arah dari rute yang terbaik untuk meneruskan paket dari satu network menuju network lainnya. Administrator tidak bisa menentukan rute mana yang harus dilewati, melainkan semuanya sudah secara otomatis berjalan.

Pengisian dan pemeliharaan pada routing table dilakukan secara otomatis sehingga antar router satu dengan lainnya saling bertukar informasi untuk mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Ada beberapa macam routing dinamis yang perlu Anda ketahui:


RIP (Routing Information Protocol)

IGRP (Internal Gateway Routing Protocol)

OSPF (Open Shortest Path First)

BGP (Border Gateway Protocol)

 

Kelebihan Routing Dinamis

Proses konfigurasi jaringan lebih cepat

Bisa digunakan untuk jaringan berskala besar

Jika ada jalur yang rusak tetap aman

Jalur ditentukan secara otomatis oleh sistem


`Kekurangan Routing Dinamis

Bandwidth yang dibutuhkan lebih besar

Jalur yang bisa menentukan adalah sistem bukan dari administrator

Membutuhkan RAM yang lebih besar untuk menentukan jalur terbaik saat terjadi down.


Langkah – langkah konfigurasi Static Routing di Cisco Packet Tracer :

1. Buka Cisco Packet Tracer


2. Buat topologi-nya terlebih dahulu.


3. Konfigurasi IP pada PC. Caranya klik pada PC->Desktop->IP Configuration


PC 0 :

IP Address -> 192.168.10.1

Subnet Mask -> 255.255.255.0

Gateway -> 192.168.10.2 (IP Router)

PC1 :

IP Address -> 192.168.20.1

Subnet Mask -> 255.255.255.0

Gateway -> 192.168.20.2 (IP Router)

PC2 :

IP Address -> 192.168.30.1

Subnet Mask -> 255.255.255.0

Gateway -> 192.168.30.2 (IP Router)


4. Konfigurasi IP pada Router. Caranya klik pada Router->CLI

=>enable => masuk ke router

#conf t => masuk menu konfigurasi

#interface gig0/0 => konfigurasi interface gigabit ethernet 0/0

#ip address 192.168.10.2 255.255.255.0 => menambahkan ip dan subnet pada interface gig0/0

#interface se0/1/0 => konfigurasi interface serial 0/1/0

#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0 => menambahkan ip dan subnet pada se0/1/0

#no shutdown => mengaktifkan interface yang telah di konfigurasi


Lakukan langkah yang sama pada Router1 dan Router2 dengan IP :

Router1 :

-Interface Gig0/0 -> IP = 192.168.20.2 -> Subnet = 255.255.255.0

-Interface Se0/1/0 -> IP = 10.10.10.2 ->Subnet = 255.255.255.252

-Interface Se0/1/1-> IP = 20.20.20.1 -> Subnet = 255.255.255.252

Router2 :

-Interface Gig0/0 -> IP = 192.168.30.2 -> Subnet = 255.255.255.0

-Interace Se0/1/0 -> IP = 20.20.20.2 -> Subnet = 255.255.255.252


5. Konfigurasi Static Routing pada Router


Untuk setting static routing di cisco packet tracer menggunakan perintah :

#ip route [destination] [subnet] [next hop address]

Keterangan :

-ip route : perintah membuat tabel routing static

-destination : network jaringan yang dituju

-subnet : subnet mask jaringan yang dituju

-next hop address : ip dari router yang akan dilewati

Lakukan hal yang sama pada Router1 dan Router2 dengan ketentuan :

Router 1 :

#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 10.10.10.1

#ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 20.20.20.2

Router2 :

#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 20.20.20.1

#ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 20.20.20.1


6. Lakukan pengecekan, bisa dengan menggunakan ping pada CommandPrompt di PC atau dengan menggunakan surat.


Langkah Langkah konfigurasi routing dinamis  di Cisco paket tracer.

1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer di komputermu, jika belum ada silahkan Download dan Install terlebih dulu.

Routing 1 Setting Awal

2. Keterangan Penggunaan Kabel pada Jaringan Untuk mengkoneksikan peralatan yang berbeda, gunakan kabel Straight-through :


Switch – Router

Hub – Router

Switch – PC

Hub – PC

Untuk mengkoneksikan peralatan yang sama, gunakan kabel Cross-Over :


Router – Router

PC – Router

Switch – Hub

Switch – Switch

3. Ketentuan Konfigurasi Interface antar device yaitu :


Router – Router : Serial (Konektor warna merah yaitu menggunakan Serial DTE)

Router – Switch : FastEthernet (Bisa menggunakan Ethernet tapi lebih direkomendasikan menggunakan FastEthernet karena lebih cepat)

Switch – PC : FastEthernet


Routing 2 Kabel di Pasang

Setelah selesai, hubungkan semua device dengan kabel yang semestinya serta aktifkan konfigurasi interface yang akan kita isi dengan pengaturan nantinya.


Catatan :

Sterling dengan fastethernet0/0 terhubung ke Switch1 menuju PC1 dan PC2.

Hoboken dengan fastethernet0/0 terhubung ke Switch2 menuju PC3 dan PC4.

Waycross dengan fastethernet0/0 terhubung ke Switch3 menuju PC5 dan PC6.

Masing masing router terhubung melalui Sterling–Hoboken= Serial 2/0 dan Hoboken–Waycross= Serial 3/0

4. Setting Fastethernet dan serial dengan cara CLI :


Routing 3 CLI FastEthernet Setting

Router Sterling – Fastethernet 0/0 :


Router#en

Router#configure terminal

Router(config)#int f0/0

Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Router Hoboken – Fastethernet 0/0 :


Router#en

Router#configure terminal

Router(config)#int f0/0

Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Router Waycross – Fastethernet 0/0 :


Router#en

Router#configure terminal

Router(config)#int f0/0

Router(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Setelah melakukan setting Fastethernet pada router kemudian isi konfigurasi pada serial masing masing Router.


Routing 4 CLI Serial Router Setting

Router Sterling – Serial 2/0 :


Router#en

Router#configure terminal 

Router(config)#int s2/0

Router(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.0.0.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Router Hoboken – Serial 2/0 :


Router#en

Router#configure terminal 

Router(config)#int s2/0

Router(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.0.0.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Router Hoboken – Serial 3/0 :


Router#en

Router#configure terminal 

Router(config)#int s3/0

Router(config-if)#ip add 11.11.11.1 255.0.0.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Router Waycross- Serial 3/0 :


Router#en

Router#configure terminal 

Router(config)#int s3/0

Router(config-if)#ip add 11.11.11.2 255.0.0.0

Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex 

Pada saat menghubungkan serial, Router Sterling dengan serial 2/0 dan Hoboken serial 2/0, hal ini harus satu Jaringan tetapi harus berbeda hostnya dengan ketentuan harus membedakan IP kelasnya. Setting konfigurasi seperti di atas merupakan contoh sederhana agar lebih mudah untuk diingat.


Setelah selesai setting koneksi antar Router dan switch, Berikutnya yaitu melakukan pengaturan IP pada PC1, PC2, PC3, PC4, PC5 dan PC6

5. Setting IP pada masing masing perangkat yang akan dihubungkan


Fastethernet untuk Default Gateway pada PC 1 harus diisi dengan konfigurasi IP Fastethernet Router Sterling karena pada PC1, PC2 Terhubung ke Router Sterling melaui switch. Begitu juga dengan PC3, PC4 dengan Hoboken, dan PC5, PC6 dengan Waycross.


Routing 5 Setting IP

PC 1


IP Address : 192.168.1.2

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Getway : 192.168.1.1

PC 2


IP Address : 192.168.1.3

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Getway : 192.168.1.1

PC 3


IP Address : 192.168.2.2

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Getway : 192.168.2.1

PC 4


IP Address : 192.168.2.3

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Getway : 192.168.2.1

PC 5


IP Address : 192.168.3.2

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Getway : 192.168.3.1

PC 6


IP Address : 192.168.3.3

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Getway : 192.168.3.1 

Konfigurasi di atas dapat dilakukan dengan mudah melalui pengaturan yang terdapat pada :

Pilih PC > masuk ke Desktop > IP Configuration

6. Setelah selesai melakukan konfigurasi pada device yang akan terhubung, kini tinggal Setting IP Route (DINAMIC). Pengaturan ini dibutuhkan ketilitian sehingga jaringan dapat berjalan dengan normal.


Selanjutnya yaitu melakukan konfigurasi IP Route (RIP) yang mana pada RIP Versi 1, tidak mengenal dengan yang namanya subnet mask, namun nantinya pada Versi yang ke 2 sudah mengenal dengan Subnet Mask


Setelah memahami penjelasan yang telah disebutkan diatas berikut ini merupakan konfigurasi pengaturan IP Route Statis : Network yang terdapat pada pengaturan konfigurasi RIP nantinya diisi dengan menggunakan IP Serial serta Fastethernet yang terdapat didalam router itu sendiri, yaitu Host Terkecil yang mana diisi dengan 0. Contoh : pada Router Sterling terdapat 2 IP yaitu :


f0/0 : 192.168.1.1 lalu diisi dengan 192.168.1.0

S2/0 : 10.10.10.1 lalu diisi dengan 10.10.10.0


6 CLI Dinamic Configuration Router Setting

Berikut ini merupakan konfigurasi RIP Router Dinamis melalui CLI :


Setting IP Route Sterling :


Router>en

Router#configure terminal 

Router(config)#router rip

Router(config-router)#network 192.168.1.0

Router(config-router)#network 10.10.10.0

Setting IP Route Hoboken :


Router>en

Router#configure terminal 

Router(config)#router rip

Router(config-router)#network 10.10.10.0

Router(config-router)#network 192.168.2.0

Router(config-router)#network 11.11.11.0

Setting IP Route Waycross :


Router>en

Router#configure terminal 

Router(config)#router rip

Router(config-router)#network 192.168.3.0

Router(config-router)#network 11.11.11.0 

Setelah selesai melakukan konfigurasi Dinamic Router berikutnya yaitu melakukan pengtesan dengan cara ping IP Address di PC.


Hasil Cek Ping IP Address via CMD

Selain itu,hasil cek ping IP juga dapat dilihat dengan cara melakukan test koneksi dengan mengirimkan simulasi pesan, yang jika sudah terhubung maka pesan akan terkirim dan terdapat tulisan sucess sebagai indikasinya.

Senin, 21 September 2020

Cara Mudah Menghitung Broadcast Kelas C

Adviser: Selamet Hariadi

Developer: Ratna Sari

Tema: Cara Mudah Menghitung Broadcast address (ID) dari Ip Kelas C

Ringkasan Materi: Broadcast address jenis IP addresss yang digunakan untuk mengirim data ke semua host yang masih berada dalam satu network. Broadcast address adalah IP terakhir dalam sebuah subnet/alamat IP.

Tujuan penulisan: Agar lebih mudah dan mempercepat dalam menghitung Broadcast ID dalam IP kelas C .

Sekian terimakasih semoga bermanfa'at ☺



Kamis, 10 September 2020

Cara Seting VLAN di Paket Tracer

 Adviser: Selamet Hariadi

Developer: Ratna Sari

Tema: Cara seting VLAN dipaket tracer


   VLAN

1. Pengertian

LAN nirkabel (Wireless LAN) adalah jaringan komputer nirkabel yang menghubungkan 2 atau bahkan lebih perangkat yang menggunakan komunikasi nirkabel untuk membentuk jaringan area lokal (LAN), dalam area terbatas seperti rumah, sekolah, laboraturium komputer, kampus dan gedung kantor. Melalui getaway VLAN dapat memberi koneksi internet yabg lebih luas. LAN nirkabel juga menjadi populer untuk penggunaan rumah karena kemudahan dalam instalasi dan penggunaanya.


2. Cara seting dipaket tracer

   Namun sebelumnya akan diberikan sebuah topologi dan tabel deskripsi dari beberapa perangkat, sebagai petunjuk dan perencanaan

           Topologi VLAN di cisco paket tracer

Keterangan dari topologi diatas:

1.VLAN 10 terdiri dari port 1,2,3,4 dan 5

2. VLAN 20 terdiri dari port 6,7,8,9 dan 10

3. Jenis kabel yang digunakan dari PC ke Switch adalah straight

4. Lihat pada tabel perencanaan dibawah ini



Selanjutnya langkah-langkah: 

1. Buka Cisco Paket Tracer,klik "Switch 0" kemudian pilih "tab config" kemudian perhatikan pada menu interface




2. Aurlah FastEthernet0/1 s.d FastEthernet0/5 untuk VLAN Lab 1dan FastEthernet0/6 s d FastEthernet0/10 untuk VLAN Lab 2. 


3. Selanjutnya hubungan Ethernet PC0 ke port nomor 1, Ethernet PC1 ke port no 2 di switch. PC2 dan PC3 dihubungkan ke port nomor 5 dan 6




4. Selanjutnya atur IP Address dan netmask dari PC atau komputer client

PC0:

IP Address: 10.10.10.1 

Netmask: 255.0.0.0


PC1:

IP Address: 10.10.10.2

Netmask:255.0.0.0


PC2:

IP Address: 10.10.10.3

Netmask: 255.0.0.0


PC3:

IP Address: 10.10.10.4

Netmask: 255.0.0.0




5. Lakukan tes koneksi, perlu diperhatikan bahwa PC0 dan PC1 berada pada VLAN Lab 1 sedangkan PC2 dan PC3 berada pada VLAN Lab 2. Sehingga bila tes koneksi dari PC0 ke PC1 TTL sementara dari PC0 ke PC2 atau ke PC3 seharusnya ROT, kenapa? Karena berbeda VLAN. 




6. Jika hasil pengecekan PC0 ke PC1 terlihat TTL sedangkan PC0 ke PC2/PC3 telihat ROT. Berarti kalian sudah selesai melakukan konfigurasi VLAN dengan benar dan baik.


 Sekian Dari materi yang dibahas kali ini semoga bermanfaat:)


Minggu, 06 September 2020

Antena Komunikasi Data

    ANTENA MEDIA TRANSMISI (KOMUNIKASI DATA)

    Antena yaitu alat yang digunakan untuk mengirim dan menerima gelombang elektromagnetik. Untuk yang kali ini kita bahas yaitu antena untuk jaringan komputer.digolongkan menjadi 2 jenis antena yaitu:

1. Antena Omnidirectional : antena yang digunakan untuk pemancar dan memiliki polarisasi kesegala arah yaitu 360 derajat.

2. Antena Directional : antena yang digunakan sebagai pemancar dan juga sebagai penerima, tapi hanya memiliki polarisasi  ke arah tertentu saja atau dapat dikatakan ke satu arah saja.


   Berikut beberapa nama antena beserta penjelasannya: 

1. Antena Grid : berbentuk seperti jaring. Antena ini hanya bisa memancar ke arah tertentu saja (directional). Antena ini banyak digunakan oleh client jarak jauh dengan menggunakan teknologi point to point(pemancar dan penerima bisa sama-sama dapat menggunakan antena grid). Frekuensi yang dimiliki antena ini 2,4Ghz dan 5,8Ghz. Antena ini memiliki gain mencapai 27 dBi. Berikut gambar antena Grid.


2. Antena Omni : Banyak digunakan pemancar karena jangkauannya cukup luas. Berbentuk seperti tongkat. Polarasi yang dimiliki yakni 360° dan termasuk dalam jaringan point to multi point. Antena ini memiliki frekuensi 2,4Ghz dan 5,8Ghz memilik gain 3-13 dBi. Antena ini merupakan antena paling sering yang digunakan untuk hospot. Berikut gambar Antena Omni


3. Antena Yagi : Berbentuk seperti tulang ikan. Hanya memiliki polarisasi searah sehingga pemasangan harus diarahkan ke tempat pemancar lain sehingga cocok digunakan sebagai mode client. Frekuensi yang dimiliki 2,4Ghz dan 5,8Ghz serta memiliki gain hingga 16 dBi. Antena ini termasuk dalam jaringan point to point. Berikut gambar Antena Yagi:


4. Antena Sectoral : Berbentuk seperti tabung.  Hampir mirip dengan antena omni tapi memiliki perbedaan dalam bentuk dan daerah pancaran Antena Sectoral hanya bisa sampai 180 derajat saja. Memiliki gain 10-19dBi. Antena ini termasuk antena point to point tapi juga bisa menjadi antena point to multi point. Berikut gambar Antena Sectoral:


5. Antena Parabolik : memiliki gain 18-28dBi. Hampir mirip dengan antena grid namun antena parabolik lebih fokus, jarak jangkauan antena grid kalah unggul dengan antena parabolik ini. Termasuk dalam jaringan point to point jarak jauh. Berikut gambar Antena Parabolik: 


6. Antena Wajan Bolik : Berbentuk seperti wajan. Hampir mirip dengan antena parabolik bedanya terdapat pada reflektor parabolic-disc yang menggunakan wajan. Digunakan untuk memperkuat jangkauan usb wifi yang sudah tidak kuat menangkap sinyal. Jangkauannya tidak besar hanya untuk beberapa ratusan meter saja. Berikut gambar Antena Wajan Bolik:


7. Antena PVC : Antena ini terbuat dari pipa PVC yang dilapisi alumunium foil. Keunggulannya adalah  tahan terhadap berbagai cuaca, anti karat dan mudah dipasang, namun antena ini hanya bisa menjangkau sejauh 200-300 meter saja. Berikut gambar Antena PVC: 


8. Antena 8 Quad : antena ini sebenarnya merupakan bagian dari antena sectoral. Karena, pola radiasi nya masih dalam satu arah jika dibuat sudut arah yang lebar. Antena ini sering digunakan untuk antena acces point saat klien berada diluar disebuah area. Berikut gambar Antena 8 Quad:




Jumat, 04 September 2020

Instalasi Debian 8 Virtualbox

 Jum'at, 4 September 2020


   Tutorial Instalasi Debian 8  


Alat dan Bahan: 

1. Os Debian Server 8

2. Komputer/Laptop

3. Jaringan Internet



Langkah-langkah instalasi

1. Instal Virtualbox terlebih dahulu

2. Buka Virtualbox nya

3. Klik menu "Baru"

4. Masukkan nama mesin yang akan dibuat tipe OS  pilih "Linux" dan versi OS pilih "debian 64bit jika OS anda adalah 64bit (sesuaikan sesuai versi kalian)

5. Masukkan jumlah RAM untuk mesin virtual anda, Defalutnya adalah 1024MB 

6. Pilih "buat hardisk virtual sekarang"

7. Tipe berkas hard disk disarankan pilih VHD "Virtual Hard Disk

8. Setelah itu pilih "Diakolasikan secara dinamik"

9. Masukkan ukuran Harddisk

10. Setelah itu klik mesin virtualnya masuk ke "Pengaturan"  ->> "Sistem" ->> "Penyimpanan" ->> "Jaringan" ->> fungsikan adaptor 1 

11. Setelah itu mulai mesin virtual anda, tunggu hingga muncul opsi instal debian ->> Klik instal jika sudah muncul

12. Pilih bahasa yang akan anda gunakan saya memilih "bahasa indonesia" lalu tekan "enter" ->> untuk konfirmasi bahasa pilih "ya"

13. Peta keyboard pilih "Inggris Amerika" tunggu hingga proses selesai jika terdapat pemberitahuan jaringan telah gagal hiraukan dan pilih "lanjutkan"

14. Pilih "jangan mengatur jaringan saat ini" lalu tekan "enter"

15. Isikan nama host yang akan digunakan bisa nama kamu ataupun nama orang yang kamu sayangi misalnya >_< setelah itu pilih "lanjutkan"

16. Isi untuk password  root anda nantinya akan ada 2 pasword yaitu password root dan password user,masukkan untuk password root yang kamu inginkan dan pilih "lanjutkan"

17. Isi untuk data-data user mulai dari nama dan password(harap diingat ya) setelah itu pilih "lanjutkan"

18. Pilih Zona Waktu tergantung daerah kalian karena saya malang jawatimur saya pilih "WIB" tunggu hingga proses selesai

19. Saran untuk memilih "terpadu gunakan seluruh harddisk"

20. Pilih harddisk yang akan dipartisi secara otomatis lalu klik "enter" ->> "pilih semua berkas dipartisi "lalu "enter"

21. Pilih "selesai mempartisi dan tulus perubahana-perubahannya keharddisk" tekan enter ->> tekan "ya" untuk melanjutkan proses instalasi

22. Akan ada opsi untuk memindai CD atau DVD  lain, pilih "tidak"

23. Akan ada opsi untuk menggunakan suatu jaringan cermin, pilih "tidak" tunggu hingga proses selesai

24. Akan ada opsi "berpartisipasi dan survey penggunaan paket debian" ini adalah pilihan anda namun saya memiluh tidak

25. Akan ada pilihan untuk menginstal debian GUI atau menginstal debial CLI, jika sudah dipilih uncheeck lagi agar tidak terjadi kesalahan dan tunggu hingga proses selesai "lanjutkan"

26. Pilih "Ya" untuk memasang boot loader GRUB

27. Pilih harddisk virtual anda lalu klik "enter"

28. Tunggu hingga proses instalasi GRUB selesai ->> Instalasi selesai dan pilih lanjutkan

29. Setelah dilanjutkan mesin virtual anda akan merestart dan memboot sendiri ke OS debian anda, dan juga CD anda akan tereject otomatis jika di virtualbox

30. Instalasi debian 8 virtualbox selesai

Minggu, 30 Agustus 2020

Spesifikasi Komputer Server

 Minggu,30 agustus 2020

                 Komputer Sever

1.Pengertian

   Komputer server adalah perangkat yang digunakan untuk mengelola segala aktivitas yang terjadi didalam jaringan tersebut.


2.Fungsi

    2.1 Menyediakan database/file yang digunakan bersama-sama dengan komputer client

   2.2 Mengatur lalu lintas transfer data/file yang diminta client

   2.3 Menyimpan data/file yang dikirim oleh komputer client

   2.4 Mengatur hak akses data/file dalam sebuah jaringan

   2.5 Melindungi komputer client dari malware dengan anti malwer atau firewell


3. Jenis server yang umum digunakan:

   3.1 Web server = Digunakan untuk menyimpan data dan menampilkan data di web browser.

   3.2 Mail server = Berguna untuk bertanggungjawab mengelola layanan email.

   3.3 FTP server = Digunakan untuk mengatur lalu lintas transfer file yang dilakukan oleh FTP (File Transfer Protocol).

   3.4 Application server = Untuk melayani pengguna aplikasi web.


4. Spesifikasi Komputer Server yg Ideal:

   4.1 Prosesor = Prosesor intel untuk komputer server yang terunggul adalah seri core i9 dan Xeon.

   4.2 RAM = Untuk sistem operasi windows server terbaru 512MB saja. Untuk Web server minimal 2GB. Untuk jaringan lokal perlu 8GB agar jaringan lancar.

   4.3 Penyimpanan = Untuk jenis Harddisk boleh saja menggunakan HDD namun menggunakan SSD lebih dianjurkan sekali karena kecepatan penyimpanan yang lebih tinggi dari pada HDD.


Cara cepat menghitung subneting IP kelas C



Kamis,27 agustus 2020

Adviser: Slamet Hariadi
Developer: Ratna Sari

Tema: Cara cepat menghitung subneting IP Addres kelas C 

Wawasan tambahan:
   Subnetting adalah teknik memecah sebuah jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dari pada yang sebelumnya dengan cara mengorbankan bit host ID baru atau teknik memecah network menjadi beberapa buah subnetwork yang lebih kecil. Subnetting dilakukan pada IP Addres kelas A,B dan C. Ada juga pembagian Classless Inter-Domain Routing (CIDR) 
Kelas C: /24-32
Kelas B: /16-23
Kelas C: /8-15

Misalkan terdapat soal:
 1. 192.168.20.200/27
Tentukan:
A.Subnetmask
B.Jumlah Subnet
C.Jumlah Host/Subnet
D.Tabel subnet yg berisi Host Awal, Host Akhir dan Broadcast